catatan kecil: sebuah tulisan, untuk ulang tahun mbak Tyas Permanasari, yang aku harap, orang yang membacakan puisi ini untuk pertama kalinya adalah, om Bambang Purnomo.
Anak Tangga yang Menuntun Tubuhmu Menyusuri Tubuhnya
:Tyasning Permanasari
Ini langkah keberapa, mungkin seringkali engkau bertanya
pada dirimu sendiri, pada jantungmu — yang setiap detaknya begitu jelas menghitung sunyi
sebuah tangga tengah menuntun tubuhmu, untuk menyusuri tubuhnya
sebuah tangga, yang selalu kau harap, atau masih sekadar kau duga, ujungnya menyentuh surga
tanpa kau sadari, engkau tengah membiarkan kakimu menyusun langkah demi langkah,
menapaki lelah demi lelah, sembari terus menatap sepenuh harap ke anak tangga di depanmu; sementara bayanganmu, selalu memanjang, sepanjang lengan waktu, menutup seluruh anak tangga di belakang punggungmu
setiap anak tangga yang telah kau tinggalkan, akan mulai berubah warna, sesuai seberapa tabah, seberapa lelah engkau melewatinya. adakalanya sebuah warna harus membuatmu berhenti, untuk sekadar ingin mengulanginya lagi
sesekali sebuah detik waktu ingin menjatuhkan dirinya lebih keras ke tubuhmu, hanya untuk mengingatkanmu: suatu hari, jantung waktu tak lagi mampu berdetak lebih lama dari itu.
adakalanya saat kau ingin menuntun tubuhmu untuk melangkah ke anak tangga di depanmu, udara yang begitu dingin begitu ingin: menegur tubuhmu, memberikan kebekuan yang tak semestinya ke jantungmu. saat itulah yang kau butuhkan adalah pelukan, sepasang lengan yang mampu menggenapkan dekap, lantas menuntunmu, menuntunmu ke ujung tangga
melepas semua sunyi dan air mata…